Skip to main content

Innalillah Wainnailaihi Rajiun, TKW Cantik Hayati Tewas di Malaysia, Kakak: 'Kasih Hidup Adik Saya'

Innalillah Wainnailaihi Rajiun, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di Malaysia, HAS (20) ditemukan tewas bersimbah darah.

TKW perempuan itu diduga menjadi korban tiga kejahatan sekaligus, yaitu pelecehan, perampokan dan pembunuhan.

Melihat HAS tewas mengenaskan, sang kakak menangis histeris.

Beberapa jam sebelum tewas, korban sempat membuat video TikTok.

Korban masih berusia 20 tahun, tinggal bersama kakaknya di Klang Selatan, Selangor, Malaysia.

Mereka berasal dari Medan, Sumatera Utara.


Korban ditemukan tewas pada Kamis (24/12/2020) sekira pukul 02.05 waktu setempat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Polisi Daerah Klang Selatan, Asisten Komisioner Shamsur Amar Ramli.

Ia mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dan terdapat luka tikaman di bagian leher.

Shamsur menambahkan, dari hasil autopsi, ditemukan korban juga mengalami tindak kekerasan seksual.

Hal itu dibuktikan dengan adanya bekas sperma di sekitar kemaluan korban.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian setempat masih melakukan pengejaran terhadap pemuda yang diduga juga warga Indonesia.

Sang kakak yang tinggal bersama korban menangis histeris saat mengetahui adiknya telah tewas dalam kondisi mengenaskan.

Tangisan histeris sang kakak beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, sang kakak terdengar meminta adiknya untuk dihidupkan kembali.

Sementara itu, di media sosial Tiktok beredar pula video korban beberapa jam sebelum ditemukan tewas.

Identitas Korban

Dikutip dari Tribun Medan, korban diketahui bernama Kesuma Hayati Aulia Sirait.

Korban ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar kontrakan di Perumahan Serawak 18, Sri Andalas, Klang, Malaysia.


Berdasarkan video yang beredar di sosial media berdurasi 3 menit, terlihat seorang wanita yang bernama Dinda (20), kakak korban menangis di hadapan seorang wanita bermasker dan dua orang polisi Malaysia yang meminta keterangan.

"Bapak, kasih hidup adik saya bapak. Kasih hidup bapak," katanya dalam tangis.

Kemudian dalam video tersebut terlihat polisi dari Malaysia itu mencoba menanyakan ada seorang pria kabur dari kamar korban.

"Tadi ada yang melihat, satu lelaki kabur. Siapa itu?" Tanya polisi itu yang langsung ditimpalnya "Aku tidak tau bapak, kami satu bilik hanya kita ber-3 saja bapak," ujarnya.

Terdengar suara wanita yang mengambil video mencoba menenangkan Dinda dengan meminta Dinda beristighfar dan jangan terlalu bising.

Namun wanita itu tetap berteriak.

Terdengar dari suara lainnya menjelaskan, kejadian tersebut terjadi tidak terlalu lama dikarenakan kedua teman HAS pergi sebentar untuk membeli makan.

"Kami tadi beli makan, terus ga tau udah seperti ini," ucap wanita dalam video.

Terpantau dalam video tersebut, rumah kontrakan milik para korban sudah dipasang pita kuning kepolisian Malaysia dan tengah dilakukan pemeriksaan.

Sosok Diduga Pelaku

Kasus dugaan pembunuhan Kesuma Hayati Aulia Sirait, TKW asal Kabupaten Asahan, Kamis (24/12/2020) di Klang, Selangor, Malaysia mulai terkuak.

Diduga pelaku juga orang Indonesia yang bekerja di Malaysia.

Hal itu diungkapkan Mariadi, kerabat korban yang pertama sekali mendapatkan kabar meninggalnya Hayati Sirait.

"Kami dapat informasi yang membunuh ini warga Aceh, tapi si pelaku saat ini kabur ntah kemana," ujarnya, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya pelaku merupakan tetangga korban, dan sedang cekcok dengan pasangannya.

"Ini kan kamarnya cuma beda dinding, terus dari kemenakan saya yang di sana, kebetulan satu kamar dengan korban dan kakaknya, si pelaku ini sedang cekcok dengan istrinya. Sudah dicari istrinya ga pulang," katanya.

Ia mengatakan, ada seorang saksi mata yang melihat bahwa ada seorang lelaki yang lompat dari kamar korban dengan baju penuh dengan darah.

"Ada bapak-bapak melihat seorang pria lompat dari atas dengan merangkak menggunakan pipa. Dia awalnya mendengar ada suara teriakan dari kamar," jelasnya.

Katanya, bapak tersebut mengatakan hal itu kepada Dinda (kakak korban), namun kakak korban tidak mempercayainya.

"Pas sampai di depan pintu kamar, kamarnya di kunci dari dalam. Terus setelah didobrak dilihatlah korban udah berlumuran darah," katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi terlalu cepat dikarenakan Dinda bersama dengan sepupunya Tika, hendak membeli makan siang.

"Dia tidak percaya dengan si bapak itu karena waktunya singkat. Mereka pergi hanya untuk mencari makan siang. Namun naas Hayati Sirait tidak ikut karena mungkin kelelahan," katanya.

Ia memperkirakan waktu kejadian berkisar hanya 45 menit saja.

Menurutnya, sebelum membunuh, pelaku juga sempat memperkosa korban, terlihat dengan tanda-tanda saat ditemukan.

"Sempat dirudapaksa, mungkin karena melawan dan ketakutan, pelaku membunuhnya. Terakhir informasi yang kami dapat, senjatanya tembus ke leher," katanya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar