Skip to main content

Meski Nikahi Ular, Mbak You Mengaku Kesepian Pengin Gandeng Cowok dan Belum Pernah Pacaran: Tua Gini

Mbak You angkat bicara soal dirinya yang menikah dengan ular di usia 30 tahun.

Meski Mbak You menikahi ular, tapi Mbak You mengaku kesepian dan ingin gandeng cowok.

Hal ini diungkapkan Mbak You langsung ke pebasket dan aktor Denny Sumargo.

"Belum pernah merasakan pacaran secara anak muda," kata Mbak You.


Dikutip TribunJatim.com dari akun YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang mengunggah sebuah video pada 13 Januari 2021.

Mbak You angkat bicara soal pernikahannya dengan seekor ular saat usia 30 tahun.

"Waktu kecil pun, saya tahu yang ndampingi saya ada ular yang ada kakinya, saya tahu."

"Saya tidur, kadang dia di lantai, mbah saya, saya tanya 'Mbah itu ada ular itu siapa ularnya?', 'itu ular tunggon, itu ular jadi-jadian, jadi kamu enggak usah takut!'.

"Berjalannya waktu, ular itu ada terus di kehidupan saya."

"Dan, pada umur 30 tahun, Mbak You menikah dengan ular itu," cerita Mbak You.

"Umur?," tanya Denny Sumargo.

"30 tahun," sahut Mbak You.

"Menikah kayak gimana itu Mbak?," tanya Denny Sumargo lagi.

Mbak You pun menceritakan pernikahannya dengan ular tersebut di usia 30 tahun.

"Jadi, seperti, ini cerita, nih, ada saksinya ya, setelah berjalannya waktu saya sering puasa, sering menjalani kehidupan secara spiritual."

"Saya melakukan ritual seperti ke Rawa Pening di Salatiga."

"Saya naik perahu, ditiup sama kakek saya, saya enggak tahu berapa hari."

"Tahu-tahu 3 hari saya berkeliling ke Rawa Pening itu, dan ketemu Mbah saya lagi di situ."

"Saya cuma ditiup, cuma dibawain garem sama korek api di situ, terus, 'kamu jatahnya jadi paranormal'."

"Itu, 3 hari saya jalan itu.

"Terus berjalannya waktu, saya paling enggak percaya, itupun saya masih bilang 'enggak'."

"Saya enggak mau jadi paranormal, ngapain? Kehidupan saya, saya pengin sekolah, dapat beasiswa, dapat itu, kerja, enak dapet duit saya dari kerjaan itu," ujar Mbak You.

"Setua gini, saya memang belum pernah merasakan pacaran secara anak muda enggak pernah, saya enggak tahu dunia malam."

"Saya enggak tahu merokok, saya ke Puncak baru sekali, kemarin, selama 46 tahun."

"Kehidupan saya tuh, sangat yang kaku, saya pulang kerja, saya langsung masuk kamar, lihat TV, dengerin musik."

"Ada yang bertanya, temen-temen saya tahu siapa saya, setua gini saya belum bergandeng tangan sama cowok, saya belum pernah."

"Itu hal yang mungkin orang pikir, ah, enggak logika, tapi itu saya jalani sendiri."

"Apalagi yang beraneh-aneh lagi," jelas Mbak You.

"Mbak You enggak ngerasa kesepian gitu?," tanya Denny Sumargo.

"Sangat, sangat sekali, sangat sepi sekali," jawab Mbak You.

"Tapi itu risiko yang harus dihadapi?," tanya Denny lagi.

"Risiko yang harus saya hadapi dan saya sudah menjalani itu selama 46 tahun ini," jawab Mbak You lagi.


Berikut profil-biodata Mbak You

Mbak You memiliki nama asli Euis Juwariyah Johana.

Dia lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada tanggal 7 Maret 1974.

Dikutip dari situs pribadinya MbakYou.com, karena mempunyai ayah seorang TNI, dirinya diketahui harus pindah-pindah tempat tinggal.

Sejak kecil, Mbak You sudah dibimbing oleh sang kakek yang merupakan guru spiritual untuk mengolah kebatinan.

Setelah lulus SMA, Mbak You mendapat beasiswa kuliah dan hidup mandiri di Yogyakarta.

Saat itu Mbak You ternyata punya hobi unik, yaitu mengotak-atik elektronik.

Bahkan wanita tersebut disebutkan mampu membuat radio dan alarm keamanan sendiri.

Dari hobinya tersebut, Mbak You bisa menghasilkan uang.

Namun selepas kuliah, wanita tersebut justru bekerja di Semarang dalam bidang desain interior.

Mbak You sampai mampu membuat usaha sendiri terkait bidang tersebut.

Namun sang kakek tetap bersikukuh agar Mbak You tetap melanjutkan dunia paranormal keluarganya.

Pada awalnya, Mbak You menolak dan tetap menjalani usaha yang dirintisnya.

Namun sayang, perkataan kakeknya benar.

Mbak You menyerah membangun usahanya setelah jatuh bangun sekian kali.

Mbak You yang sudah gemar tirakat dan puasa mutih tersebut kembali membuka usaha di Bandung.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar