Skip to main content

Okky Bisma Korban Sriwijaya Air yang Pertama Teridentifikasi, Istri: Terimakasih Jadi Suami Sempurna


Istri Okky Bisma, pramugara yang turut serta menjadi korban meninggal dalam kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182, kini merasakan kesedihan mendalam.

Pasalnya, Okky Bisma, dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182.

Okky Bisma menjadi korban pertama yang berhasil diidentifikasi polisi berkat sidik jarinya terdeteksi.

Nama Okky Bisma disebut sebagai korban pertama kali teridentifikasi dalam siaran langsung YouTube KompasTV, Senin (11/1/2021).

Mengetahui sang suami benar-benar telah tiada, sang istri melalui Instagramnya @aldharefa pun mengunggah kenangannya.

 Wanita yang juga berprofesi sebagai pramugari ini terlihat berusaha tegar menyampaikan setiap doanya untuk Okky.

Sembari mengunggah potret siluet dirinya digendong sang suami, Aldha Refa mengurai rasa syukurnya.

"Yaa Allah pihh aku bersyukur banget pih jd istri km .. beruntung banget punya km pih ..

Allah maha baik temuin aku sm kamu , yg nurutin aku terus ,manjain aku terus.

Ga pernah sama sekali nyakitin aku buat marah aku ..

Baikk banget sm aku isengmu jailmu ketawamu lawakmu sayang ..

Di saat km main sm temen2mu dimanapun itu kamu selalu bawa aku , gak pernah mau ninggalin aku di rumah sendiri.

Di saat temen2mu yg lain ga ada yg bawa istrinya tp kamu yg selalu bawa aku , ga pernah malu km bawa2 aku main sm temen2mu.

Aku terbang landing jam 2 subuh km masakin air hangat untuk aku mandi , beliin makan aku .. aku ga bisa masak dan mencoba untuk masak meskipun ga enak km ga pernah komplain ..

Tenang ya sayangku disana .. tunggu istrimu ini disurga ..

Kemarin aku yg nunggu kamu disini , sekarang km yg nunggu aku disana.. tetep jagain aku ya sayang..

Trimakasih udah jadi suami sempurna buat aku selama di dunia meskipun masih seumur jagung ..

I love you sayang ..

Khususon Okky Bisma bin Supeno Hendy Kiswanto Alfatihah," tulis istri Okky Bisma, Selasa (12/1/2021).


Seperti diketahui, identitas jenazah Okky Bisma bisa segera diungkap lantaran penemuan tangan kanannya yang masih utuh.

"Pada sore hari ini, kita dapat mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan yaitu atas nama Okky Bisma," kata Rusid.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis) Brigjen Hudi Suryanto mengkonfirmasi kembali identifikasi korban itu.

"Ternyata, setelah kami cek dalam data manifest. Nama Okky Bisma ada di daftar manifest," ujarnya.

"Sama identitasnya dengan Okky Bisma yang kami dapat di alat kami," sambungnya.

Hudi menjelaskan hasil identifikasi yang ditemukan identik dengan si korban.

"Hasilnya ternyata identik. Kami menemukan 12 titik dan ini cukup memastikan ini orang yang sama," jelasnya.

Diketahui, Okky Bisma merupakan salah satu pramugara atau flight attendant dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Sebelum jenazahnya teridentifikasi, telah ramai di media sosial isi chat terakhir Okky Bima dengan sang istri.


Hal itu terlihat dari akun Instagram sang istri, @aldharefa.

Di akun Instagram Okky Bisma juga sempat memposting Insta Stroy siang tadi.

Okky Bisma tampak memposting sebuah makanan saat sedang berada di mobil.

Postingan tersebut ditandai pada akun Instagram @aldharefa.

Akun @aldharefa tampak memposting foto bersama Okky Bisma.

"Suamiku kamu pasti bisa bertahan," tulisnya di Insta Story.

Selain itu, akun aldharefa juga memposting capture percakapan diduga dengan Okky Bisma.

Terlihat percakapan pukul 14.25 WIB.

"Iya amihku emo,

tunggu apih ya sayangku," tulis pengirim.

"Iya sayangku

Delay ya apih?" balasnya.

Pukul 14.34 WIB pengirim pesan yang diduga Okky Bisma mengabarkan take off.

"Takeoff ya sayangku"

lalu pukul 15.41 WIB, akun aldharefa mengirim pesan memanggil pasangannya.

"Apih udah landing belum"

"Apih bales apih"

"Apih tolong bales".

Dalam postingannya capture percakapan tersebut dituliskan "Pih balas pih, kamu pasti kuat sayang, kamu bisa bertahan".

Wafat Sebulan setelah ulang tahun

Tak disangka, ternyata kematian Ocky Bisma, pramugara Sriwija Air SJ 182 ini hanya berlangsung sebulan setelah merayakan ulang tahunya yang ke-29 tahun.

Hal tersebut terlihat di laman Instagram sang istri, Aldha Refa.

"Dirgayahyu suamiku," tulis Aldha Refa pada 12 Desember 2020 silam.

Benarkah Sriwijaya Air Langgar Aturan?

Sejumlah pihak menyoroti usia pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021) lalu.

Salah satunya Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Parta Golkar Ridwan Bae yang mempertanyakan kelaikan terbang pesawat yang sudah memasuki usia 26 tahun itu.

Prajurit TNI menemukan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak dan diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pada hari pertama pencarian, personel gabungan menemukan beberapa serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

“Kita mesti bicara persoalan, yang pertama usia pesawat itu sendiri. Apa layak usia sudah di atas 20 tahun masih dipakai penerbangan domestik kita?,” ujarnya di di Posko SAR, Dermaga JICT,  Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (11/1/2021).

Namun, berbagai pakar dan juga profesional menilai, usia tidak berhubungan langsung dengan kelaikan terbang sebuah pesawat.

“Pesawat usia 26 tahun itu bukan masalah. Usia pesawat itu tidak ada kaitannya dengan kelaik udaraan atau safety,” ujar Pengamat Penerbangan, Alvin Lie.

Lantas sebenarnya apakah ada batasan usia sebuah pesawat untuk beroperasi?

Aturan mengenai batasan usia pesawat diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Perhubungan Nomor 115 Tahun 2020 Tentang Batas Usia Pesawat Udara yang Digunakan Untuk Kegiatan Angkutan Niaga.

Kepmen tersebut menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan (Prmenhub) Tahun 155 Tahun 2016.

Dalam Kepmenhub Nomor 115 Tahun 2020, batas usia pesawat yang didaftarkan dan dioperasikan pertama kali di wilayah Indonesia dengan ketentuan pesawat terbang kategori transportasi untuk angkutan penumpang paling tinggi berusia 20 tahun, dilonggarkan dari aturan sebelum sudah dicabut yang batasan maksimalnya berusia 15 tahun.

Jika mengacu pada aturan tersebut, maka Sriwijaya Air tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Pasalnya, Sriwijaya Air pertama kali mengoperasikan SJ 182 pada Mei 2012. Sementara pada saat itu, usia pesawat mencapai 18 tahun.

Lebih lanjut, Kepmenhub 115 Tahun 2020 juga menyebutkan batasan maksimal usia pesawat di Indonesia diatur sesuai ketentuan pabrikan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar