Skip to main content

'Selamat Tinggal', Nyanyian Viral Pilot Afwan di Tengah Tragedi Sriwijaya Air, Lihat Penampilannya


Sosok Captain Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu terus dikulik publik.

Pasalnya terungkap kebaikan Captain Afwan selama ini.

Captain Afwan bahkan dikenal sebagai sosok yang sangat agamis.


Baru-baru ini viral di media sosial video diduga Captain Afwan bernyanyi sebuah lagu.

Dilansir TribunJatim.com dari TribunBanten, dalam video tersebut tampak Captain Afwan mengenakan peci putih itu bernyanyi sambil diiringi organ tunggal.

Captain Afwan menyanyikan lagu lawas berjudul 'Jangan Ditanya' milik Kris Biantoro.

Dalam liriknya, lagu yang dinyanyikan Captain Afwan ini menceritakan soal kepergian seseorang yang meninggalkan kesedihan.

Belum diketahui kapan video diduga Captain Afwan ini bernyanyi.

Berikut lirik lengkap lagu 'Jangan Ditanya' milik Kris Biantoro yang diduga dinyanyikanCaptain Afwan:

Jangan ditanya kemana aku pergi

Jangan ditanya mengapa aku pergi

Usah dipaksa tuk menahan diri

Usah diminta ku bersabar hati

Putuslah rambut, putus pula ikatan

Pecahlah piring, hilang sudah harapan

Hati nan risau apakah sebabnya

Hati nan rindu apakah obatnya

[Reff:]Pandai dikau mempermainkan lidah

Menjual madu di bibir nan marah

Kubayar tunai dengan asmara

Kiranya dikau racun di lara

Jangan ditanya kemana aku pergi

Jangan disesal aku takkan kembali

Tamatkan saja ceritra nan sedih

Selamat tinggal ku bermohon diri

youtube image

Dikenal Artis Arie Untung

Artis Arie Untung rupanya kerap mengunggah soal sosok Captain Afwan yang dikenal dekat dengan agama.

Yang terbaru, Arie Untung mengunggah potongan video momen ketika Captain Afwan berceramah.

Dalam ceramahnya, Captain Afwan menyinggung soal orang-orang yang akan diberikan surga, yakni mereka yang mau bersedekah baik saat senang maupun susah.

Arie Untung pun kagum dengan sosokCaptain Afwan yang masih mau berceramah di tengah kesibukannya sebagai pilot.

Arei Untung menjelaskan kalau ceramah ini dilakukan tepat setahun lalu.

"Kok masih mau capt?
.
Masya Allah
Kok masih mau ya?
seorang Pilot yg bisa dibilang berkecukupan tapi masih bersedia berdakwah?
Emang brp sih hasilnya, dibanding jadi pilot?
Hasilnya nikmat yg gabisa dibeli
ajaib ya?
Itulah nikmatnya iman
Gabisa dishare rasanya
Cuma bisa di experience

.
Penilaian orang jadi ga berarti
Yg penting penilaian Allah
.
#masyaallahtabarakallah
#sj182
.
Ini ceramah beliau tepat setaun lalu, mkn beliau sendiri ngga menyangka tahun lalu menjadi tahun terakhirnya, dan video ini jadi saksi terakhirnya
Muhasabah diri
Berarti aku gaboleh menyianyiakan kesempatan sekecil apapun di jalanNya siapa tau justru yg paling kecil itu yg diterima Oleh yg paling terbesar

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu
.
Selamat jalan Capt Afwan"," tulisnya, dikutip TribunJatim.com, Selasa (12/1/2021).


Rekaman Pembicaraan Captain Afwan Dikantongi KNKT

Rekaman pembicaraan Captain Afwan dan petugas pengatur lalu lintas udara telah dikantongi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Termasuk transkrip rekaman pembicaraan pilot Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dan petugas pengatur lalu lintas udara tersebut.

Rekaman tersebut merupakan percakapan pilot sesaat sebelum pesawat dilaporkan hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

"Kita kumpulkan rekaman berikut transkrip pembicaraan antara pilot dan pengatur lalu lintas udara," kata Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Captain Nurcahyo Utomo.

KNKT juga sudah menerima beberapa komponen pesawat yang akan digunakan untuk investigasi penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

Komponen pesawat yang sudah diterima di antaranya GPS dan radio meter, alat peluncur darurat, dan bagian ekor pesawat.

Sementara itu, menurut Nurcahyo, KNKT tengah mengkaji data radar pergerakan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum dilaporkan hilang kontak.

"Tim juga sudah berhasil mendapatkan data mentah dari data radar pergerakan pesawat. Ini nanti akan kita kaji lebih lanjut," ujar Nurcahyo, dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar