Skip to main content

Status WA Terakhir Riyanto, Penumpang Sriwijaya Air SJ182 asal Sragen : Sempat Kesal Datang Kepagian


Dua warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen menjadi korban insiden kecelakaan pesawat terbang Sriwiijaya Air bernomor penerbangan SJ-182.

Kedua warga tersebut bernama Suyanto dan Riyanto. Masing-masing bertempat tinggal di Giri Mulyo RT 18 dan Grasak RT 16, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kepala Desa Katelan, Paidi mengatakan kabar tersebut sudah dikroscek pihak keluarga seusai mendapat kabar dari siaran televisi.

Itu dilakukan dengan melihat story Whatsapp (WA) Riyanto. Korban sempat mengunggah foto tiket penerbangan Jakarta - Potianak.

Foto tersebut dilengkapi dengan tulisan 'Tiwas subuh mngkte' (terlanjur subuh berangkat). Tulisan tersebut dilengkapi dengan emoticon kesal.

"Korban ternyata membuat story WA. Kemudian ada info yang muncul di media televisi," kata Paidi kepada TribunSolo.com, Minggu (10/1/2021).

"Setelah dicek, namanya kakak - beradik tersebut ada dalam data nama yang tertera di televisi," tambahnya.

Mendapati kabar nahas tersebut, istri korban syok dan tak kuasa membendung tangisnya.

Paidi menuturkan saat ini, perwakilan keluarga telah berada di Bandara Soekarno - Hatta, Banten.

Mereka bertolak ke sana, Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 22.00 WIB menggunakan mobil.

"Yang berangkat itu bapak, ibu, dan dua adik korban. Sama ada satu orang sopir," tuturnya.

Minta Doa Hasil PCR

Mata Sri Wisnuwati berkaca-kaca saat bercerita awal mula Suyanto berangkat ke Jakarta sebelum menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Warga Girimulyo RT 18, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen itu berangkat bersama sang adik Riyanto.


Mereka berangkat dari rumah Riyanto, diantar menggunakan sepeda motor menuju Terminal Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Kamis (7/1/2021).

Suyanto dan Riyanto menggunakan bus untuk bertolak ke Jakarta. Bertolaknya warga Sragen itu lantaran ingin menjalani uji swb PCR.

Awalnya mau mencoba layanan uji swab PCR di Sragen, lantaran waktu tunggu terlalu lama, mereka memilih bertolak ke Jakarta.

"Kalau di Jakarta, hasilnya 24 jam bisa diambil," kata Sri, Minggu (9/1/2021).

Sebelum bertolak ke Jakarta, Suyanto sempat meminta doa dan restu Sri.

Ia meminta supaya hasil uji swab PCR negatif Covid-19.

"Doakan, semoga lolos uji swab PCR," ucap Sri.

Suyanto dan Riyanto tiba di Jakarta, Jumat (10/1/2021).

Mereka kemudian menjalani uji swab PCR di salah satu rumah sakit di sana.

"Kemudian memberitahu saya kalau hasilnya negatif Covid-19," ujar Sri.

Suyanto dan Riyanto rencananya akan bertolak ke Pontianak dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (9/1/2021).

Mereka menggunakan maskapai Sriwijaya Air SJ-182.

Penerbangan tersebut sedianya berjalan pukul 07.00 WIB.

Namun kemudian ditunda hingga pukul 13.30 WIB.

Selama menunggu, Sri dan Suyanto terus berkomunikasi melalui aplikasi pesan Whatsapp (WA).

"Kontak terakhir jtu jam 13.30 WIB. Suami masih berbalas WA dengan saya. Pesannya tanya lagi dimana. Terus saya balas baru service sepeda motor," ucap Sri.

Setelahnya tidak ada pesan lagi, WA Suyanto terakhir kali aktif sekira pukul 14.15 WIB.

Sri kemudian mendapatkan kabar nahas insiden kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 selepas salat Maghrib.

Kabar itu didapatkannya dari istri Riyanto, Ernawati lewat kiriman tangkapan layar kabar insiden itu.

Sri belum percaya ketika pertama kali mengetahuinya. 

"Awalnya sempat kepikiran itu belum pasti. Jadi jangan dipikirkan dulu," kata Sri.

Kemudian, Sri mengecek status WA milik Riyanto.

Status tersebut mengunggah foto tiket pesawat.

"Setelah dicek ternyata tipe pesawatnya sama," ujarnya.

Tak berselang lama, manifes penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 didapatkan Sri sekira pukul 19.00 WIB.

"Kabar data manifes penumpang keluar, ternyata nama suami saya ada di nomor 2 lalu ada nama adik ipar saya," ucapnya.

Postingan Kapten Pilot Afwan

Pesawat Sriwijaya Air SJ812 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) siang.

Pesawat ini dikemudikan oleh Captain Afwan, pilot dari pesawat Sriwijaya Air SJ812.

Terkait kejadian ini Presenter Arie Untung mengunggah postingan mengenai Captain Afwan

Dalam postingannya, Arie Untung mengunggah gambar yang disebutnya merupakan status WA (WhatsApp) terakhir dari Captain Afwan.

Arie Untung mengatakan, status WA itu adalah sebuah pengingat untuk banyak orang.

"Silakan digeser kabarnya status terakhir wa nya adalah sebuah pengingat buat banyak orang."

"Terlihat beliau sudah mempersiapkan bangak hal untuk pertemuannya dengan Allah."

"Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu."

"Selamat jalan bang Haji Afwan," tulis @arieuntung, dikutip TribunJabar.id, Minggu (10/1/2021).

Status WA itu berupa gambar kartun sosok pria yang mengenakan jubah Superman tengah Salat.

Di gambar itu, tertera tulisan, "Setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai SURGA bila tidak SHALAT lima waktu."

Dalam postingan di IG-nya, Arie Untung juga mengungkapkan, Captain Afwan adalah kakak kelasnya di SMAN 38 Jakarta, angkatan 1985.

Kendati demikian, karena angkatannya beda jauh, Arie belum sempat bertemu dengan sosok Captain Afwan.

Meski begitu, lanjur Arie Untung, banyak kisah-kisah baik mengenai sosok pilot tersebut.

"Pilot #sj182 Capt H Afwan ternyata adalah kakak kelasku di @sman38.jakarta angkatan 85, beda jauh angkatannya belum sempat ketemu tapi banyak kisah2 baik mengenai beliau," tulis @ariekuntung.

Lebih lanjut Arie menjelaskan, di kantor pun ternyata Captain Afwan adalah seorang ustaz.

Captain Afwan dikenal sabar, selalu memakai kopiah putih, dan rajin mengajak orang lain Salat.

"Di kantor ternyata beliau adalah seorang ustadz, oramgnya sabar banget, Selalu memakai kopiah putih
Selalu mengajak orang lain sholat, anaknya pun disekolahkan di sebuah SDIT di Cibinong," tulisnya.


Captain Afwan adalah warga Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Oleh warga sekitar, sosok Captain Afwan dikenal sebagai orang baik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bogor, Captain Afwan adalah pria lulusan ikatan dinas pendek (IDP) IV.

Sementara itu, keponakan Captain Afwan, Muhammad Akbar menyebut, pamannya itu dulunya sempat menjadi penerbang TNI AU sekitar tahun 1990-an.

"Beliau sebelumnya penerbang TNI AU," ujarnya, Sabtu (9/1/2021).

Sriwijaya Air Hilang Kontak

Diketahui penumpang pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak diduga di sekitar Kepulauan Seribu berjumlah 62 orang.

Sebelumnya diberitakan jumlah penumpang adalah 59 orang.

Distrik Manajer Sriwijaya Air Pontianak, Faisal Rahman mengatakan 62 orang penumpang pesawat PK-CLC Sriwijaya Air sudah termasuk kru yang bertugas.

Hal tersebut diwartakan oleh Iksan Ginajar, dikutip Tribunjabar.id dari tayangan siaran langsung KompasTV, Sabtu (9/1/2021).

Sebelumnya dilaporkan, pesawat Sriwijaya FC hilang kontak dalam penerbangan rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021).

Dalam pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dengan nomor registrasi SJ 182 itu terdapat 62 penumpang (sebelumnya ditulis 56 penumpang).

Saksi mata melaporkan melihat adanya benda jatuh di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Namun belum bisa dikonfirmasi apakah benda jatuh itu adalah dari pesawat Sriwijaya Air.

Dalam program berita Kompas TV Sabtu sore dilaporkan, dugaan lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak adalah di wilayah Pulau Laki.

Pulau tersebut berada di antara Pulau Lancang dan Pulau Tidung.

Pesawat ini hilang kontak pada pukul 14.30 WIB.

Jadwal awal 13, 25 WIB, lalu boarding 13.56 WIB, dan dijadwalkan akan sampai ke Pontianak pada pukul 15.15 WIB.

Pesawat dengan kode penerbangan SJ182 itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) dengan tujuan Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (PNK).

Di laman flighradar24.com, tertera informasi pesawat tersebut terjadwal berangkat pada pukul 13.40 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 15.15 WIB.

“SJ182 PKCLC, STD 13:25WIB, Stand : D52, Off Block 14:13WIB, Takeoff 14:36WIB. Lost contact, semoga selamat,” begitu informasi yang diterima Wartakotalive, Sabtu (9/1) sekitar pukul 16.50 WIB.

Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 dilaporkan hilang kontak setelah takeoff dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Sabtu (9/1/2021) sore.

Pesawat dengan registrasi PK-CLC tersebut melayani rute Jakarta-Pontianak.

Data dari situs pemantau penerbangan, Flightradar24 menunjukkan pesawat take off pada pukul 14.30 LT.

Penerbangan SJ182 seharusnya tiba pada pukul 15.15 di Bandara Soepadio, Pontianak.

Namun data Flightradar24 menunjukkan B737-500 Sriwijaya Air SJ182 berhenti di sekitar 11 mil laut bandara Soekarno Hatta, di atas Kepulauan Seribu.

Pesawat nampak sempat melewati ketinggian 11.000 kaki, namun tiba-tiba ketinggian dan kecepatan pesawat turun drastis.

Posisi terakhir menunjukkan ketinggian 250 kaki di atas permukaan laut dengan kecepatan 115 knots.

Sumber dalam KompasTekno di Departemen Perhubungan mengonfirmasi bahwa pesawat hilang kontak sesaat setelah take off.

Sebelumnya, pesan broadcast yang beredar di komunitas penerbangan, yang ditujukan kepada Direktur Navigasi penerbangan, juga menyatakan hal yang sama:

Dengan hormat disampaikan laporan awal lost contact pesawat Sriwijaya dg data2 sbb :
Callsign : SJY182

Type : B737-500

Reg: PKCLC

Route : WIII-WIOO

Last contact : 11 Nm north CGK pd pukul 07.40 UTC ketinggian passing 11.000ft on climb to 13.000ft

Demikian informasi awal yg dapat kami sampaikan. Terimakasih
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar