Skip to main content

Suara Nangis dari Koper Penumpang Buat Sopir Syok Setengah Mati, Curiga Sudah Aneh, Fakta Memilukan



Rasa curiga sopir taksi berhasil menguak kejahatan yang dilakukan seorang penumpang pria.

Peristiwa seorang pria kepergok lakukan kejahatan oleh sopir taksi itupun menjadi sorotan.

Berawal sopir taksi curiga ketika berusaha mengangkat koper milik sang penumpang.

Kemudian, sopir taksi tersebut mulai mendengar suara-suara yang tak disangkanya.


Peristiwa diawali dengan seorang sopir taksi yang bercerita kronologinya mencurigai seorang penumpang.

Saat sedang bekerja dan menerima permintaan seorang penumpangnya, sang sopir bantu mengangkat koper.

Koper bawaan penumpang pria tersebut pun diangkat dan diletakkan di bagasi.

Sopir ini adalah seorang sopir yang bekerja mencari penumpang di daerah Chengdu, China.

Menurut kepolisian Chengdu, pada 15 Mei 2020, di hari kejadian supir taksi itu menjemput pelanggan pria.

Setelah menjemput pelanggannya, sang sopir mulai merasakan keanehan.

Si pelanggan pria membawa koper berukuran sangat besar dan berat.

Ketika membantunya memasukkan koper ke dalam bagasi, supir taksi itu mendengar suara tangisan aneh.

Merasa ada yang disembunyikan, si sopir taksi meminta penumpangnya untuk membuka isi koper untuk pemeriksaan.

Awalnya, si penumpang menolak permintaan sopir taksi.


Ia mengatakan bahwa isi koper itu adalah privasinya, dan dia tidak memiliki keharusan untuk membuka koper tersebut.

Namun, sebelum supir taksi bertindak tegas, penumpang itu mulai terlihat was-was.

Mereka mulai saling berteriak, dan mencuri perhatian pejalan kaki, dan orang-orang itu meminta si penumpang untuk membuka koper tersebut.

Karena dorongan orang-orang, pria itu tidak punya pilihan dan akhirnya membuka koper.

Semua orang terkejut bukan main melihat isinya.

Ada seorang gadis dalam kondisi terikat dan mulutnya ditutupi selotip.

Ketika diselamatkan, wanita itu menangis tersedu-sedu dan berteriak, "Paman, cepat telfon polisi."

Pada saat ini, penumpang pria cepat-cepat melarikan diri.

Melihat hal itu, si supir taksi segera mengejar, dan orang-orang disekitar memanggil polisi.
'
Supir taksi berkata, "Dia melarikan diri ketika aku memanggil polisi. Aku mengejarnya sejauh 2 blok, tapi tidak bisa ditangkap."

Dalam video yang direkam oleh saksi mata di jalanan, gadis itu menangis ketakutan, dipeluk dan coba ditenangkan oleh pejalan kaki dan dibawa ke kantor polisi untuk penyelesaian.


Keesokan hari sekitar pukul 3 sore, supir taksi mengatakan bahwa wanita itu disembunyikan oleh mantan kekasihnya di dalam koper, tidak tau apa tujuannya.

Polisi dengan cepat muncul di tempat kejadian, membawa wanit aitu dan memeriksanya sampai pukul 11 malam.

Mereka juga berhasil menangkap pelaku.

Setelah dimintai keterangan, diketahui bahwa pelaku bermarga Xian dan berusia 21 tahun berasal dari Chongqing, China.

Korban yakni Liu berusia 25 tahun, yang tinggal di provinsi Sichuan.

Akhirnya setelah ditemukan oleh polisi dan pelaku digiring ke kantor, terungkaplah kejahatan memilukan dan kronologi peristiwa penculikan dan penyekapan tersebut.

Berkat sopir yang curiga akan barang bawaan penumpangnya, kasus tersebut pun berhasil menyelamatkan nyawa sang korban.

Mereka menjalin hubungan dalam waktu singkat dan putus.

Xian memutuskan Liu, memaksanya untuk memberikan uang, dan mengancam akan menyakitinya jika tidak melakukannya.

Liu tidak pernah menyangka dirinya akan diikat oleh mantan kekasihnya dan dikurung dalam koper.

Xian titangkap polisi dan dikenai pasal intimidasi dan penculikan.


Kasus keji juga diketahui dilakukan seorang suami terhadap istri sendiri demi mempertahankan selingkuhannya.

Seorang suami membunuh istrinya secara keji.

Warga Kaveling Pandawa Mandiri, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam, seketika heboh.

Kasus ini masuk dalam kasus kejahatan rumah tangga yang sangat memilukan.

Pasalnya Tim Identifikasi Polresta Barelang dan Polsek Sagulung tiba-tiba datang ke sebuah rumah di Blok F No. 187 RT02/RW16 di kawasan itu, Selasa (2/2/2021) sore.

Dari dalam rumah, polisi menemukan seorang perempuan tergeletak tak berdaya, dalam kondisi meninggal dunia di ruang tamu rumahnya.

Perempuan itu diketahui bernama Vita.

Dari informasi, tidak ada warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut. Warga baru mengetahui ada pembunuhan setelah Tim Identifikasi Polresta Barelang tiba di lokasi kejadian.

"Kita tahunya setelah polisi datang. Infonya pelaku suami korban bernama Supriadi sudah menyerahkan diri,” ujar Ketua RT02/RW16, Yeni di lokasi kejadian.

Menurut tetangga korban, dia masih melihat korban dan pelaku sarapan pagi bersama pada pukul 07.00 WIB, Selasa.

Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB, keponakan korban mendatangi kediamannya.

“Korban ini menjaga keponakan. Pas keponakannya ke rumah saya, kami tanya mana mana bibi. Katanya lagi tidur,” ucapnya.

Yeni melanjutkan, korban dan pelaku baru dua tahun tinggal di Kaveling Pandawa Mandiri dan belum dikaruniai seorang anak. 

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa motif pembunuhan itu. Hanya saja, suami korban, Supriadi sudah menyerahkan diri ke Polresta Barelang.

“Korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku sudah menyerahkan diri ke Polresta Barelang.

Dugaan motif karena ekonomi,” kata Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Juwita Oktaviani di lokasi kejadian.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar